Bandung, antara Cewek Cantik dan Tempat Sampah

Di Bandung, lebih gampang nyari cewek cantik daripada nyari tempat sampah”

Beberapa minggu yang lalu, kami, anak-anak HI se-bandung, kedatangan tamu dari Jogjakarta. Sehari sebelum mereka kembali ke Jogjakarta, kami mengadakan jamuan makan malam disebuah kafe. Saat itu salah satu tamu kita dari jogja ini, mengeluarkan celetukan diatas. Celetukan itu jelas mendapat reaksi dari kami anak-anak Bandung. Ada yang mengiyakan dengan anggukan kepalanya, termasuk saya, ada pula yang kemudian melontarkan kata-kata dengan nada mengancam seperti “masih mau lihat patung selamat datang di UGM gak?” “masih mau lihat matahari besok?” atau “pulang lewat mana?” semuanya diucapkan dengan garpu dan pisau makan teracung….becanda koq…..Tapi yang jelas, ternyata orang yang tidak hidup di Bandung, lebih peka terhadap masalah kota ini.

Saya tidak akan mengajak teman-teman untuk membahas masalah yang rumit dalam tulisan ini. Mengenai sampah, buat apa dibahas? Bandung gudangnya….apalagi masalah cewek cantik, tidak terbantahkan lagi kalo Bandung tuh gudangnya cewek cantik…sepakat? Jadi jangan susah payah mencari arti ataupun makna dari judul diatas.

Saya kemudian berusaha mencerna pernyataan teman saya itu untuk kemudian mencari jawabannya. “kayak di Jogja banyak tempat sampah aja?” tapi pertanyaan itu terlalu kekanak-kanakan. “yang penting di Bandung masih lebih banyak cewek cakepnya” alah…gak mau kalah banget, secara sudah beberapa kali cewek dari jogja terpilih jadi Putri Indonesia. Jujur, saya tidak mau malu, saya terus mencari-cari jawaban yang juga bisa membuat anak jogja ini ikut malu, tapi apa daya, saya tidak bisa. Apa saya harus menjawab “cewek cantik itu yang jadi tempat sampahnya” ? Tentu tidak, saya tidak sebodoh itu untuk mengeluarkan jawaban yang bisa membuat kehidupan saya di Bandung terancam.

Mungkin bukan salah orang Bandung apalagi cewek-ceweknya, kalau banyak sampah bertebaran di kota ini. Mungkin semua orang Bandung tidak mempunyai niat untuk membuang sampah sembarangan. Dan masih banyak mungkin-mungkin lainnya, yang terlintas dalam pikiran saya ketika itu. Tapi, itu tidak pasti, mungkin memang orang Bandung yang bersalah atas masalah sampah, mungkin orang Bandung memang belum mempunyai kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya.

Setelah lama berpikir dengan berbagai pertimbangan dan kenyataan yang ada, akhirnya saya sampai pada satu pertanyaan yang ternyata membuat saya lebih sedih lagi, sedih karena banyak hal, karena saya tidak bisa membalas teman saya dari jogja, sedih dengan kenyataan yang terjadi di kota kita tercinta ini, sedih karena untuk sampai pada kesimpulan yang sangat sedehana, saya harus berpikir sangat lama bahkan dengan jawaban-jawaban yang konyol. Ternyata kesimpulannya sederhana saja. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

DIMANA TEMPAT SAMPAHNYA?”

Buanglah sampah pada tempatnya!! Masalahnya, mana tempat sampahnya?” Perez

1 Response so far »

  1. 1

    Rauf said,

    aku suka cwe orang bandung,soalnya cwe bandug itu hot2.hallo cwe bandung bleh knalan ga klw bleh email qu yah rauf.baros.@gmail.com.


Comment RSS · TrackBack URI

Say your words